Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian upacara keagamaan (karya) Ngenteg Linggih Padudusan, Mupuk Pedagingan, Tawur Wrespati Kalpa Agung, lan Panilapatian Pegat Soot di Pura Gunung Sari, Banjar Jurang Asri, Desa Adat Peraupan, Denpasar Utara. Upacara sakral yang bertepatan dengan hari Purnama Sasih Karo ini digelar sebagai tanda syukur setelah proses pemugaran sejumlah palinggih di pura tersebut rampung dilaksanakan.
Dalam kunjungannya, Walikota Jaya Negara berkesempatan melaksanakan prosesi mendem pedagingan di area bale gedong, menandatangani prasasti peresmian karya, serta menyerahkan dana punia kepada panitia setempat. Kehadiran orang nomor satu di Denpasar ini turut didampingi oleh anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, serta jajaran pejabat daerah lainnya.
Di sela-sela prosesi adat, Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasinya atas kemandirian dan kebersamaan warga dalam menjaga kelestarian tradisi. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan upacara ini tidak hanya sekadar ritual keagamaan, melainkan momentum penting untuk memperkuat sradha bhakti (keyakinan dan bakti) umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.
"Pemerintah Kota Denpasar senantiasa mendukung pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada nilai-nilai keagamaan dan budaya. Melalui konsep Tri Guna Karya dan Satwika Karya, kami berharap upacara yadnya ini memancarkan energi positif untuk menetralisir hal-hal negatif sekaligus mempererat tali persaudaraan serta persatuan di antara warga," ujar Jaya Negara.
Sementara itu, Ketua Panitia Karya, I Made Sueca, memaparkan bahwa rangkaian upacara suci ini dijadwalkan mencapai puncaknya pada tanggal 5 Agustus mendatang. Prosesi puncak tersebut nantinya akan dipuput oleh Ida Peranda Mpu Nabe Yoga Daksa Paramitha dari Griya Peraupan. Sueca juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran serta dukungan moril dan materiil dari jajaran Pemkot Denpasar demi kelancaran upacara tersebut.