Pemerintah Kabupaten Ciamis berkolaborasi dengan akademisi dan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan cetak biru pengembangan kawasan Gunung Sawal. Langkah strategis ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diinisiasi oleh Universitas Galuh (Unigal) di Desa Medanglayang, Kecamatan Panumbangan, Ciamis, guna menyatukan visi pengelolaan wilayah yang selama ini dinilai masih berjalan secara sektoral.

Guru Besar Bidang Ekologi Universitas Galuh, Prof. Dr. Dadi, M.Si., menyoroti pentingnya menyelaraskan perlindungan hutan dengan kesejahteraan ekonomi warga di sekitar kawasan penyangga. Menurutnya, pendekatan pelestarian alam tidak boleh mengesampingkan kebutuhan perut masyarakat sekitar. Konsep penanaman sabuk hijau (green belt) melalui metode agroforestri dinilai menjadi solusi konkret untuk menjaga fungsi ekologis sekaligus meningkatkan pendapatan warga setempat.

Selain fokus pada peningkatan ekonomi, Unigal juga tengah menggagas program literasi ekologi bagi masyarakat. Program ini bertujuan membekali warga dengan pemahaman mendalam mengenai pentingnya menjaga kelestarian suaka margasatwa serta meminimalkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar, seperti macan tutul jawa yang kerap masuk ke pemukiman penduduk.

Sementara itu, pendiri Galuh Sinergi, Cornell Sumardi, menyatakan kesiapannya untuk menjadikan kawasan Medanglayang sebagai proyek percontohan investasi berbasis konservasi. Pihaknya berencana membangun pusat pameran produk lokal, laboratorium kultur jaringan, hingga fasilitas penginapan bagi peneliti dan wisatawan. Seluruh program dirancang untuk membuka akses pasar dan teknologi baru tanpa mengubah pola budidaya tradisional masyarakat.

Dari sisi regulasi lingkungan, Kepala Bidang KSDA Wilayah III Ciamis, Achmad Arifin, mengingatkan bahwa status Gunung Sawal sebagai Suaka Margasatwa membatasi aktivitas manusia di dalam kawasan inti. Kendati demikian, zona penyangga di sekitarnya tetap dapat dimanfaatkan secara terbatas untuk kegiatan edukasi, penelitian, dan wisata alam. Upaya ini juga sejalan dengan survei populasi macan tutul jawa (Java-Wide Leopard Survey) yang sedang berlangsung guna memperbarui data habitat satwa dilindungi tersebut.