Bursa saham Jepang berhasil keluar dari tekanan setelah Indeks Nikkei 225 ditutup di zona hijau pada perdagangan Selasa (4/8/2026). Sempat mengalami kejatuhan signifikan pada sesi pagi akibat aksi jual masif, indeks acuan Tokyo tersebut akhirnya bangkit berkat pemulihan saham-saham di sektor teknologi.
Berdasarkan data perdagangan, Nikkei 225 menguat 202,63 poin atau setara 0,32 persen ke posisi 63.957,53. Perjalanan indeks sepanjang hari terbilang sangat fluktuatif. Membuka perdagangan di level 63.995,28, indeks sempat melesat ke titik tertinggi harian di 64.240,50 sebelum terhempas ke zona merah di level terendah 62.864,43 pada sesi pagi, sebelum akhirnya berbalik arah menjelang penutupan pasar.
Kebangkitan sektor teknologi menjadi juru selamat utama dalam perdagangan kali ini. Aksi pelepasan saham berbasis kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor yang sempat menekan pasar perlahan mereda. Saham Lasertec mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 7,8 persen, disusul oleh Tokyo Electron yang menguat 3,1 persen, memicu gairah kembali di lantai bursa.
Kendati demikian, apresiasi indeks tertahan oleh performa lesu sektor keuangan dan konsumer. Salah satu raksasa perbankan Jepang, Mitsubishi UFJ, mencatatkan pelemahan sebesar 2,7 persen. Selain itu, penguatan nilai tukar yen terhadap dolar AS setelah intervensi pasar oleh otoritas Jepang dan Departemen Keuangan AS turut membayangi pergerakan saham emiten eksportir.