Gerakan Pramuka melalui Saka Tarunabumi di Kwartir Ranting (Kwarran) Patimpeng, Kabupaten Bone, berkomitmen menjadi garda terdepan dalam modernisasi sektor pertanian. Melalui adopsi program Pertanian Modern-Advance Agriculture System (PM-AAS), para anggota Pramuka dari tingkat Penggalang hingga Pandega didorong menjadi agen edukasi bagi keluarga dan masyarakat petani di lingkungan mereka.

Mabisaka Tarunabumi Kwarran Patimpeng, Y.A. Yahya, secara langsung meninjau implementasi teknologi PM-AAS di lahan seluas 100 hektare di Desa Bontopadang dan Desa Biru, Kecamatan Kahu, Minggu (5/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, beliau mendemonstrasikan penggunaan drone untuk pemupukan presisi serta teknik pengendalian hama tikus yang ramah lingkungan menggunakan alat emposan berbasis gas LPG.

Pemanfaatan teknologi drone pertanian dinilai sangat krusial dalam mengatasi kendala tenaga kerja dan efisiensi biaya operasional. Selain mampu mendistribusikan pupuk dan pestisida secara merata dalam waktu singkat, drone memungkinkan pengaturan dosis yang lebih akurat sesuai kebutuhan tanaman. Sementara itu, metode emposan menjadi solusi berkelanjutan untuk menekan populasi hama tikus tanpa harus bergantung pada bahan kimia berbahaya yang dapat merusak ekosistem persawahan.

Program PM-AAS sendiri mengintegrasikan enam pilar utama, mulai dari pola tanam presisi, mekanisasi budidaya, hingga sistem irigasi digital. Keunggulan sistem ini telah teruji di lapangan dengan capaian produktivitas yang signifikan, bahkan menembus angka 13,43 ton per hektare pada ajang PENAS XVII di Gorontalo. Hingga Juli 2026, program ini telah mencakup 1.846 hektare lahan di 34 provinsi, dengan target ambisius pemerintah mencapai 1 juta hektare.

Y.A. Yahya menegaskan bahwa pelibatan generasi muda melalui Pramuka adalah langkah strategis untuk mempercepat transformasi pertanian. Dengan membekali anggota Pramuka wawasan teknologi, diharapkan mereka mampu mentransformasi pola pikir petani tradisional menjadi lebih inovatif, yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.