Sebuah operasi evakuasi yang cukup menantang terjadi di jalur pendakian Gunung Gede Pangrango pada akhir pekan lalu. Seorang pendaki pria asal Bekasi bernama Roby, yang memiliki bobot tubuh sekitar 145 kilogram, terpaksa harus dievakuasi oleh tim relawan setelah mengalami kondisi keram hebat hingga mati rasa pada bagian kaki.
Insiden bermula ketika korban yang sedang mendaki bersama dua rekannya mengalami kendala fisik saat berada di sekitar Pos 3 Buntut Lutung. Kondisi geografis jalur Gunung Putri yang didominasi oleh tanjakan terjal, ditambah dengan berat badan korban yang signifikan, membuat tim relawan harus memutar otak untuk menyusun strategi evakuasi yang aman dan efektif.
Relawan lapangan, Ali (37), menuturkan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan metode bertahap. Awalnya, relawan mencoba menggendong korban menggunakan sarung, namun metode tersebut tidak memungkinkan untuk durasi panjang. Akhirnya, tim memutuskan menggunakan tandu darurat yang dibuat dari sarung dan dua bilah kayu kuat untuk membawa korban secara bergantian menuruni lereng gunung.
Operasi penyelamatan yang menguras tenaga ini berlangsung selama kurang lebih enam jam, dimulai sejak pukul 15.30 WIB dan baru berhasil mencapai titik evakuasi di Tanah Merah pada pukul 21.00 WIB. Setelah berhasil diturunkan dengan selamat, pendaki tersebut segera mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Di sisi lain, Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Agus Deni, menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan penelusuran terkait insiden tersebut. Pihak otoritas taman nasional sedang memverifikasi laporan di lapangan serta memastikan status legalitas pendakian yang dilakukan oleh rombongan tersebut.