Kementerian Konstruksi Vietnam secara resmi meluncurkan rangkaian kegiatan Bulan Aksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Bulan Pekerja tahun 2026. Inisiatif ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memprioritaskan keselamatan di tengah percepatan pembangunan proyek-proyek strategis nasional yang sedang berlangsung.
Wakil Menteri Konstruksi, Bui Xuan Dung, dalam pidatonya menekankan pentingnya pergeseran paradigma dari tindakan reaktif menuju pencegahan proaktif. Menurutnya, keselamatan kerja bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan elemen krusial bagi daya saing industri dan keberlanjutan pembangunan. Langkah ini diambil setelah sektor konstruksi mencatat penurunan angka kecelakaan kerja sebesar 15 persen sepanjang tahun 2025.
Untuk mencapai target keselamatan yang lebih baik, pemerintah akan mengadopsi teknologi digital, pemanfaatan data besar (big data), dan kecerdasan buatan (AI) guna melakukan pemantauan risiko secara real-time di setiap lokasi konstruksi. Inovasi ini diharapkan mampu memberikan peringatan dini bagi para manajer proyek dalam mengambil keputusan krusial di lapangan.
Selain inovasi teknologi, Kementerian Konstruksi berkomitmen untuk terus menyempurnakan kerangka regulasi dan memperketat pengawasan pada proyek berisiko tinggi. Serikat Pekerja Konstruksi pun turut menyatakan kesiapannya untuk mendampingi pelaku usaha dalam membangun budaya keselamatan yang mengakar hingga ke level unit produksi terkecil.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi tenaga kerja, kementerian juga memberikan bantuan langsung kepada para pekerja yang menghadapi kesulitan ekonomi. Seluruh unit industri di bawah naungan kementerian kini telah menandatangani komitmen bersama untuk menerapkan protokol keselamatan dengan standar yang lebih disiplin di seluruh pelosok negeri.