Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, mencatatkan pemulihan signifikan pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat. Penguatan ini berhasil menghapus sebagian besar kerugian dari hari sebelumnya, didorong oleh kinerja gemilang sektor teknologi informasi yang melesat hingga 5,1 persen dan menjadi motor utama pergerakan indeks secara keseluruhan.

Tiga indeks acuan utama Wall Street kompak berakhir di zona hijau. Indeks Nasdaq Composite memimpin penguatan dengan melonjak 2,78 persen ke level 25.122,18. Sementara itu, indeks S&P 500 terapresiasi 1,66 persen menjadi 7.437,63, dan Dow Jones Industrial Average menguat 1,19 persen atau bertambah 613,92 poin ke posisi 52.208,06.

Kebangkitan pasar kali ini ditopang oleh rilis laporan keuangan emiten teknologi raksasa yang melampaui ekspektasi. Kinerja positif ini meredakan kekhawatiran investor mengenai efektivitas investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI). Selain itu, bursa juga mengalami pemulihan teknis setelah sempat tertekan menyusul keputusan bank sentral AS, Federal Reserve, untuk mempertahankan suku bunga acuan pada hari sebelumnya.

Sentimen positif pasar turut diperkuat oleh rilis data makroekonomi AS. Inflasi pengeluaran konsumsi pribadi inti (Core PCE) bulan Juni tercatat tumbuh melambat sebesar 0,1 persen secara bulanan atau 3,3 persen secara tahunan. Angka inflasi yang mendingin ini, ditambah dengan pertumbuhan ekonomi (PDB) kuartal kedua yang melambat ke angka 1,5 persen dari estimasi awal 1,8 persen, memperkuat harapan pelaku pasar akan adanya pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Microsoft menjadi bintang utama dengan lonjakan saham lebih dari 15 persen, menambah nilai kapitalisasi pasarnya hingga 450 miliar dolar AS dalam satu hari—rekor kenaikan harian terbesar dalam sejarah Wall Street. Lonjakan fantastis ini dipicu oleh pertumbuhan bisnis komputasi awan (cloud) Azure yang melampaui estimasi pasar. Sektor semikonduktor juga pulih dengan kenaikan Indeks Semikonduktor PHLX sebesar 8 persen, ditopang oleh Micron Technology yang tumbuh 8,4 persen dan Advanced Micro Devices (AMD) yang naik 7,3 persen.

Sebaliknya, saham Meta Platforms justru anjlok sekitar 9 persen akibat penurunan arus kas bebas dan peningkatan proyeksi belanja modal untuk investasi AI. Perbedaan kinerja ini menunjukkan investor kini bersikap lebih selektif dalam menilai monetisasi teknologi AI di setiap perusahaan. Ke depan, pelaku pasar diproyeksikan akan fokus mencermati kelanjutan laporan keuangan korporasi besar lainnya serta rilis data ketenagakerjaan Non-Farm Payroll di akhir pekan.