Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, berhasil mencatatkan kinerja positif pada perdagangan tanggal 6 Juli. Penguatan ini didorong oleh aksi beli pelaku pasar terhadap saham-saham di sektor semikonduktor, yang kembali pulih setelah sempat tertekan. Indeks Nasdaq Composite memimpin kenaikan dengan lonjakan sebesar 1,1%, diikuti oleh S&P 500 yang naik 0,7% dan Dow Jones Industrial Average yang tumbuh tipis 0,3%.

Optimisme investor di New York sebagian besar dipicu oleh data ketenagakerjaan yang berada di bawah ekspektasi pasar. Data tersebut memberikan sinyal bahwa Federal Reserve mungkin tidak akan melakukan pengetatan kebijakan suku bunga dalam waktu dekat. Selain itu, kinerja keuangan yang solid dari raksasa teknologi Hon Hai (Foxconn), terutama pada segmen server kecerdasan buatan (AI), turut memberikan sentimen positif bagi pasar.

Di sisi lain, bursa saham Eropa menunjukkan pergerakan yang lebih variatif dengan kecenderungan melemah. Indeks FTSE 100 di London dan CAC 40 di Paris kompak terkoreksi sebesar 0,3%. Para investor di benua tersebut tampak lebih berhati-hati seiring dimulainya musim pelaporan pendapatan triwulanan dan munculnya kekritisan terhadap efektivitas investasi masif di bidang kecerdasan buatan dalam menghasilkan laba jangka pendek.

Fokus pasar global kini tertuju pada rilis risalah rapat kebijakan terbaru dari bank sentral Amerika Serikat serta persiapan penawaran umum perdana (IPO) raksasa chip Korea Selatan, SK Hynix, yang dijadwalkan melantai di Wall Street pada 10 Juli mendatang. Kinerja pasar saham di berbagai belahan dunia tetap dipantau ketat oleh pelaku pasar yang menanti kepastian arah kebijakan moneter global.