Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia secara resmi mengumumkan kelulusan 19 peserta dalam Seleksi Kesehatan dan Kepribadian Calon Hakim Agung (CHA) Tahun 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil Rapat Pleno KY yang digelar pada 28 Juli 2026, menandai babak baru bagi para kandidat untuk memperebutkan posisi di puncak peradilan tertinggi di Indonesia.

Para peserta yang dinyatakan lolos kini bersiap menghadapi tahapan krusial berikutnya, yaitu Seleksi Wawancara. Ujian lisan terstruktur ini dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 7 Agustus 2026 dan akan dipusatkan di Kantor Komisi Yudisial, Jakarta Pusat.

Daftar kandidat yang melaju ke tahap wawancara ini mencerminkan kombinasi profesional yang beragam, mulai dari jajaran pimpinan pengadilan tinggi, pejabat Mahkamah Agung, akademisi, hingga praktisi hukum. Beberapa nama di antaranya adalah Bambang Myanto (Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum MA), Sugiyanto (Sekretaris MA), Dr. Hj. Nirwana (Ketua Pengadilan Tinggi Makassar), serta dari unsur luar pengadilan seperti advokat Dr. Dhifla Wiyani dan akademisi Prof. Dr. Yeheskiel Minggus T. dari UNISSULA.

Seleksi ketat ini diharapkan dapat menghasilkan hakim-hakim agung yang tidak hanya memiliki rekam jejak akademis dan hukum yang mumpuni, tetapi juga memegang teguh integritas moral serta kesehatan fisik dan mental yang prima dalam menjalankan roda keadilan di tanah air.