Pemerintah secara resmi menyatakan kesiapan operasional Sekolah Rakyat (SR) terpadu di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Fasilitas pendidikan yang mengintegrasikan jenjang SD, SMP, hingga SMA ini diproyeksikan mulai aktif menyambut siswa baru pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengonfirmasi bahwa infrastruktur utama sekolah telah rampung dan siap digunakan. Program ini diinisiasi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah nyata memperluas akses pendidikan bermutu tanpa biaya bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Berdiri di atas lahan seluas 8,4 hektare dengan total luas bangunan mencapai 26.376 meter persegi, kompleks sekolah berasrama ini dirancang setara dengan sekolah swasta unggulan. Selain ruang kelas modern, para siswa akan difasilitasi asrama, perlengkapan penunjang harian, hingga laptop untuk mendukung pembelajaran berbasis digital. Sarana olahraga seperti lapangan bola mini (mini soccer) dan basket juga disiapkan untuk menunjang perkembangan fisik dan karakter siswa.

Proyek senilai Rp262,3 miliar ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025-2026. Pembangunannya dikerjakan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Aceh yang bermitra secara KSO dengan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Hingga pertengahan 2026, Kementerian PU telah merampungkan lima unit Sekolah Rakyat di Provinsi Aceh. Target ke depan, pemerintah berkomitmen menghadirkan minimal satu unit Sekolah Rakyat di setiap kabupaten dan kota sebagai strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan berkualitas.