DENPASAR - Upaya penanganan sampah organik berbasis teknologi ramah lingkungan di Bali kian menarik perhatian dari berbagai daerah di Indonesia. Terbaru, Pemerintah Kota Bontang bersama Forum Lingkungan Hidup Kota Bontang melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas pengelolaan sampah milik PT Enviro Mas Sejahtera di kawasan Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mengamati langsung operasional Somya Rapid Digester, sebuah inovasi teknologi yang mampu mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos secara cepat. Inovasi ini digadang-gadang sebagai solusi mutakhir yang tidak hanya praktis, tetapi juga aman bagi lingkungan karena tidak menghasilkan gas metana maupun air lindi (leachate).

Direktur Utama PT Enviro Mas Sejahtera, Anak Agung Ngurah Panji Astika, menyambut baik ketertarikan dari luar Pulau Dewata ini. Ia berharap langkah Pemkot Bontang dapat memicu kolaborasi serupa dengan pemerintah daerah di Bali. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten/kota dan pihak swasta sangat krusial dalam mempercepat penyelesaian krisis sampah organik di Bali.

Sebelumnya, efektivitas teknologi Somya Rapid Digester juga telah menarik perhatian tokoh-tokoh penting nasional, termasuk Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta mantan Gubernur Bali Wayan Koster. Rencana peninjauan dari Kantor Staf Presiden (KSP) pun saat ini tengah dipersiapkan.

Wali Kota Bontang, dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari studi banding tahunan untuk mengadopsi praktik terbaik pengelolaan lingkungan. Sebagai kota industri, Bontang berkomitmen mendorong pembangunan berkelanjutan. Pihaknya akan mengkaji lebih dalam aspek efisiensi biaya dan operasional mesin sebelum memutuskan untuk menerapkan teknologi ini di daerahnya.

Sementara itu, Ketua Forum Lingkungan Hidup Kota Bontang, Eddy Susanto, memaparkan bahwa kota mereka memproduksi sekitar 120 ton sampah per hari, dengan separuhnya berupa sampah organik. Penerapan teknologi pengolahan sampah di hulu seperti Somya Rapid Digester diharapkan dapat menekan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) secara signifikan.