BANYUWANGI – Industri kuliner di Banyuwangi kian menggeliat dengan hadirnya destinasi baru, Nectar Coffee & Resto, yang resmi melakukan grand opening pada Senin (13/7/2026). Kehadiran tempat kuliner ini tidak lepas dari sentuhan tangan dingin konsultan bisnis, Haryas Irawan, yang menerapkan pendampingan komprehensif berbasis sistem pengelolaan mandiri atau autopilot.

Haryas, yang akrab disapa Ariel, mengungkapkan bahwa kesuksesan sebuah usaha jangka panjang bertumpu pada kekuatan identitas merek (branding) dan fondasi operasional yang kokoh. Menurutnya, sebuah merek bukan sekadar nama atau logo penanda, melainkan aset berharga yang menentukan nilai jual dan daya saing usaha di tengah ketatnya kompetisi pasar saat ini.

Guna mengatasi kendala keterbatasan waktu dan pengalaman yang kerap dihadapi para pemilik modal, Haryas memperkenalkan program manajemen autopilot. Melalui sistem ini, pelaku usaha dibantu mulai dari penyusunan Prosedur Operasional Standar (SOP) yang ketat, tata kelola sumber daya manusia yang terukur, pengawasan mutu harian, hingga integrasi strategi pemasaran.

Pada proyek Nectar Coffee & Resto sendiri, pendampingan dilakukan secara intensif sejak fase perencanaan awal, mencakup proses rekrutmen staf, pelatihan pelayanan prima, hingga strategi promosi grand opening. Restoran ini mengusung konsep modern-elegan dengan ruang komunal yang luas, dirancang untuk mengakomodasi berbagai aktivitas mulai dari pertemuan keluarga, komunitas, hingga agenda bisnis formal.

Banyuwangi dinilai memiliki potensi pariwisata dan gaya hidup yang sangat menjanjikan untuk pertumbuhan bisnis F&B. Dengan menyajikan menu premium namun tetap menawarkan harga yang kompetitif, Nectar Coffee & Resto optimistis dapat menjadi magnet baru bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke ujung timur Pulau Jawa tersebut.