PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) tengah menempuh fase transformasi strategis yang diproyeksikan mengubah arah bisnis perusahaan secara signifikan. Langkah ini dilakukan melalui pengoperasian fasilitas produksi baru di Karawang, yang diharapkan mampu melepaskan perusahaan dari ketergantungan terhadap volatilitas harga komoditas pulp di pasar global.

Analis dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Wilbert Arifin, mengungkapkan bahwa proyek senilai USD3 miliar ini akan menempatkan INKP sebagai pemain utama di sektor kemasan. Berbeda dengan pabrik di Serang, pabrik Karawang difokuskan pada produk kemasan putih yang menawarkan margin kotor lebih unggul, yakni mencapai 23 persen. Dengan kapasitas produksi mencapai 3,9 juta ton, bisnis kemasan diprediksi akan menyumbang hampir 50 persen dari total pendapatan perusahaan pada 2028.

Keunggulan operasional INKP juga didukung oleh efisiensi biaya yang kompetitif. Sebagai produsen dengan salah satu biaya produksi terendah di dunia—estimasi biaya tunai sebesar USD250 per ton—perusahaan memiliki ketahanan yang mumpuni menghadapi fluktuasi pasar. Stabilitas ini terjaga berkat akses bahan baku dari afiliasi, pemanfaatan energi terbarukan, serta keuntungan dari harga batu bara dalam skema Domestic Market Obligation (DMO).

Proyeksi kinerja keuangan perusahaan menunjukkan tren positif, dengan estimasi pertumbuhan pendapatan rata-rata 10,4 persen per tahun hingga 2028. Selain itu, seiring dengan berakhirnya siklus belanja modal yang masif untuk pembangunan pabrik, neraca keuangan INKP diperkirakan semakin sehat, dengan arus kas bebas yang diprediksi kembali positif pada 2027.

Berdasarkan prospek tersebut, Mirae Asset Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi beli untuk saham INKP dengan target harga Rp13.500 per unit. Meskipun demikian, para investor tetap diingatkan untuk memperhatikan sejumlah risiko, termasuk potensi perlambatan dalam peningkatan utilisasi pabrik baru serta dinamika kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi operasional perusahaan di masa depan.