PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) tengah menapaki fase krusial dalam sejarah operasionalnya melalui langkah transformasi strategis. Perusahaan kini mulai mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga komoditas pulp dengan memfokuskan ekspansi pada sektor bisnis kemasan yang menawarkan margin lebih kompetitif.
Proyek pengembangan pabrik baru di Karawang, yang menelan investasi sekitar USD3 miliar, diproyeksikan menjadi katalisator utama perubahan struktur pendapatan emiten tersebut. Fasilitas ini dirancang untuk menambah kapasitas produksi hingga 3,9 juta ton, di mana mayoritas produknya difokuskan pada kemasan putih (white packaging) yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi dibandingkan lini produksi terdahulu di Serang.
Analis Mirae Asset Sekuritas, Wilbert Arifin, mengungkapkan bahwa efisiensi operasional menjadi keunggulan kompetitif INKP di tengah tantangan industri global. Dengan biaya produksi yang berada di jajaran terendah dunia, didukung oleh pasokan bahan baku dari afiliasi serta penggunaan energi terbarukan, perseroan dinilai mampu menjaga ketahanan margin meskipun menghadapi tekanan harga pulp di pasar internasional.
Diprediksi pada tahun 2028, kontribusi bisnis kemasan terhadap total pendapatan INKP akan menyentuh angka 49,9 persen, melampaui gabungan bisnis kertas grafis dan pulp. Tren positif ini diiringi dengan proyeksi pertumbuhan laba inti rata-rata sebesar 11,8 persen per tahun, sekaligus memperkuat neraca keuangan seiring selesainya fase belanja modal besar-besaran.
Menanggapi prospek tersebut, Mirae Asset Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi beli dengan target harga saham sebesar Rp13.500. Meski demikian, investor tetap diingatkan untuk tetap memperhatikan variabel risiko, seperti dinamika harga komoditas global, efektivitas peningkatan kapasitas produksi di pabrik baru, serta kebijakan regulasi yang menyangkut operasional perusahaan.