Dunia aset digital kembali diramaikan oleh ketegangan antara dua ekosistem blockchain besar, Cardano dan Ethereum. Charles Hoskinson, tokoh sentral di balik Cardano, melayangkan kritik tajam terhadap pengembang Ethereum yang dianggapnya tengah mengadopsi konsep Extended Unspent Transaction Output (EUTXO) milik Cardano tanpa memberikan atribusi yang semestinya.
Klaim ini mencuat setelah peneliti dari Ethereum Foundation, Toni Wahrstätter, mempublikasikan sebuah proposal yang mengeksplorasi penggunaan model pembayaran berbasis UTXO pada jaringan Ethereum. Saat ini, Ethereum masih mengandalkan sistem berbasis akun (account-based model), yang menurut proposal tersebut, dinilai kurang efisien seiring dengan terus membengkaknya data status jaringan akibat akumulasi saldo pada setiap alamat.
Hoskinson menegaskan bahwa EUTXO merupakan inovasi krusial yang telah dikembangkan Cardano selama lebih dari satu dekade. Keunggulan utama dari model ini terletak pada kemampuannya membawa logika pemrograman secara langsung dalam transaksi, memungkinkan validasi paralel, serta meningkatkan efisiensi skalabilitas dibandingkan dengan model konvensional yang digunakan Ethereum saat ini.
Perdebatan ini semakin panas mengingat visi jangka panjang Ethereum yang sering dibahas oleh Vitalik Buterin juga mencakup eksplorasi terhadap metode serupa. Meski demikian, para pengamat industri menilai bahwa langkah ini bisa jadi merupakan bentuk konvergensi evolusi arsitektur blockchain secara alami, di mana berbagai jaringan saling mengambil inspirasi untuk mengatasi tantangan teknis yang serupa di masa depan.
Hingga saat ini, belum ada bukti konklusif yang menyatakan adanya tindakan plagiarisme dalam pengembangan teknologi tersebut. Diskusi yang berlangsung saat ini masih sebatas perbedaan perspektif mengenai arah masa depan arsitektur blockchain, yang mencerminkan rivalitas sehat sekaligus sengit antara dua inovator utama dalam kancah teknologi kripto global.