Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kian krusial dalam menopang keberlanjutan sektor usaha di era modern. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Bisnis (SENATIB) 2026. Mengusung tema sinergi AI untuk keberlanjutan bisnis di era Society 5.0, forum akademik ini menjadi wadah strategis bagi para akademisi, praktisi, dan pelaku industri untuk merumuskan solusi digital masa depan.
Sejak pertama kali diinisiasi pada tahun 2017, SENATIB telah menjadi agenda rutin UDB Surakarta untuk memperkuat budaya riset sekaligus mengantisipasi cepatnya laju transformasi digital. Langkah ini menegaskan komitmen institusi dalam memposisikan AI bukan sekadar sebagai alat bantu, melainkan sebagai motor inovasi utama yang mampu meningkatkan daya saing global secara berkelanjutan.
Digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting, seminar nasional ini menghadirkan dua pakar teknologi informasi sebagai pembicara utama. Dr. Afu Ichsan Pradana, M.Kom. dari UDB Surakarta dan Prof. Dr. Ir. R. Rizal Isnanto, S.T., M.M., M.T., IPU, ASEAN Eng. dari Universitas Diponegoro memaparkan analisis mendalam mengenai perkembangan AI terbaru. Kedua pemateri menyoroti peluang implementasi kecerdasan buatan dalam memacu efisiensi operasional dan produktivitas organisasi.
Meski potensi pemanfaatan AI sangat menjanjikan, para narasumber juga mengingatkan berbagai tantangan nyata yang harus dihadapi. Kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, kepatuhan terhadap aspek etika teknologi, serta kolaborasi lintas sektor yang solid menjadi syarat mutlak agar adopsi kecerdasan buatan mampu memberikan dampak positif yang merata bagi pembangunan nasional.
Antusiasme publik terhadap isu transformasi digital ini terlihat dari tingginya jumlah partisipan yang mencapai 430 peserta. Selain itu, terdapat 286 pemakalah dari 20 institusi berbeda—termasuk perguruan tinggi dan lembaga penelitian se-Indonesia—yang mempresentasikan hasil riset mereka dalam sesi paralel. Sesi ini diharapkan dapat memicu kolaborasi penelitian baru yang mampu memecahkan masalah praktis di dunia bisnis.
Melalui kesuksesan SENATIB 2026, UDB Surakarta berharap sinergi riset yang terjalin antarinstansi dapat melahirkan berbagai terobosan teknologi yang relevan bagi masyarakat. Inisiatif ini diproyeksikan terus memperluas jejaring penelitian nasional guna mendorong terciptanya ekosistem digital Indonesia yang lebih tangguh dan kompetitif di kancah internasional.