Yayasan Nasional Pengembangan Sains dan Teknologi Vietnam (NAFOSTED) baru-baru ini menggelar lokakarya untuk membahas perbaikan mekanisme keuangan nasional bagi pengembangan teknologi strategis. Dalam forum tersebut, diusulkan perubahan paradigma tata kelola anggaran, dari sekadar pembiayaan biaya operasional menjadi bentuk investasi strategis guna mempercepat kemandirian teknologi nasional.
Direktur NAFOSTED, Profesor Madya Dr. Dao Ngoc Chien, menekankan pentingnya menciptakan ekosistem finansial yang fleksibel untuk memacu inovasi. Selama ini, model pengelolaan proyek yang kaku dinilai belum mampu mengakomodasi kompleksitas riset dan komersialisasi teknologi yang membutuhkan kecepatan serta talenta kelas dunia.
Sebagai bagian dari rancangan Surat Edaran baru, NAFOSTED mengusulkan enam kelompok mekanisme inovatif, termasuk pemberian otonomi lebih besar bagi peneliti, penyediaan dana darurat, hingga penyelesaian anggaran berbasis hasil. Inisiatif ini selaras dengan target ambisius Vietnam untuk melahirkan 30 produk teknologi strategis dan menguasai setidaknya 12 teknologi inti pada tahun 2030.
Guna menjaring tenaga ahli terbaik, pemerintah mengusulkan struktur pendapatan yang sangat kompetitif. Kepala Insinyur yang memimpin proyek strategis diusulkan menerima gaji hingga 300 juta VND per bulan, diikuti oleh Kepala Arsitek dengan 250 juta VND, serta Manajer Proyek sebesar 150 juta VND per bulan. Skema ini dirancang untuk bersaing dengan standar pasar internasional dan menarik talenta langka ke dalam ekosistem teknologi Vietnam.
Langkah strategis ini juga dipandang sebagai upaya penguatan daya saing nasional di tengah hubungan bilateral yang kian erat dengan berbagai negara maju, termasuk Amerika Serikat. Diharapkan, melalui penguatan sumber daya manusia dan dukungan finansial yang tepat, Vietnam mampu menempatkan diri sebagai pemain kunci dalam peta persaingan teknologi dan transformasi digital di kancah regional maupun global.