Aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Maluku Utara kembali mengalami peningkatan setelah tercatat mengalami erupsi pada Senin (13/7/2026) pukul 20.37 WIT. Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan tersebut menyemburkan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak atau sekitar 1.825 meter di atas permukaan laut.

Laporan dari aplikasi MAGMA Indonesia menyebutkan bahwa kolom abu yang teramati memiliki intensitas tebal dengan warna kelabu yang cenderung bergerak ke arah utara. Erupsi ini tercatat di seismograf dengan durasi 38 detik dan amplitudo maksimum mencapai 28 milimeter.

Hingga saat ini, Gunung Ibu masih berada pada Level II atau status Waspada. Sepanjang Senin, instrumen pemantauan kegempaan mencatat aktivitas yang cukup intens, meliputi 83 kali gempa letusan, 13 kali gempa harmonik, serta 82 kali gempa berfrekuensi rendah. Catatan ini mengindikasikan tingginya intensitas aktivitas gunung api tersebut dalam satu pekan terakhir, di mana tercatat sudah terjadi enam kali erupsi.

Menanggapi kondisi tersebut, pihak PVMBG mengeluarkan imbauan tegas kepada warga sekitar serta wisatawan untuk tidak mendekati atau melakukan aktivitas apapun di dalam radius 2 kilometer dari kawah. Khusus untuk wilayah sektoral di sisi utara kawah aktif, zona larangan aktivitas diperluas hingga 3,5 kilometer.

Berdasarkan data MAGMA Indonesia, Gunung Ibu tercatat sebagai salah satu gunung api paling aktif di Tanah Air sepanjang tahun 2026. Hingga pertengahan Juli ini, tercatat telah terjadi sebanyak 1.044 kali erupsi di gunung tersebut, menjadikannya gunung dengan frekuensi letusan tertinggi kedua di Indonesia setelah Gunung Semeru di Jawa Timur.