PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menegaskan komitmennya dalam mengadopsi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat fondasi industri kesehatan di Indonesia. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas pesatnya digitalisasi yang kini menjadi katalisator utama dalam mempercepat inovasi di sektor kesehatan.

Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Mulia Lie, mengungkapkan bahwa implementasi AI tidak hanya menyasar pada efisiensi operasional, tetapi juga menjadi tulang punggung dalam mendukung riset dan pengembangan produk yang lebih presisi. Melalui integrasi teknologi ini, perusahaan berupaya menciptakan ekosistem bisnis yang lebih adaptif dalam menjawab kebutuhan masyarakat modern.

Selain difokuskan pada riset, penggunaan AI di Kalbe Farma juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh serta memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat luas. Langkah inovasi ini dipandang sebagai upaya vital untuk memperkuat daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan di tengah tantangan industri yang semakin kompleks.

Dalam dialog yang berlangsung di program Closing Bell, Mulia Lie optimistis bahwa integrasi teknologi digital akan membawa dampak positif bagi perkembangan industri kesehatan nasional ke depan. Fokus pada inovasi, baik dari sisi organisasi maupun layanan, diyakini akan menjadi kunci bagi Kalbe Farma dalam mempertahankan kepemimpinan pasar sekaligus memberikan nilai tambah bagi ekosistem kesehatan di Tanah Air.