Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Nusa Tenggara Timur kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Senin malam, 13 Juli 2026. Laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia mencatat, letusan terjadi pada pukul 20.55 WITA.
Hasil pemantauan visual menunjukkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal membubung setinggi kurang lebih 300 meter dari puncak kawah, atau sekitar 1.884 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik tersebut terpantau bergerak ke arah barat dan barat laut. Berdasarkan data seismograf, erupsi ini tercatat dengan amplitudo maksimum mencapai 14,8 milimeter dan berlangsung selama 136 detik.
Merespons situasi ini, pihak otoritas tetap menetapkan tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki pada Level III atau Siaga. Masyarakat setempat maupun wisatawan diimbau untuk tidak mendekati atau melakukan aktivitas apa pun di dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi demi alasan keamanan.
Data kegempaan yang dihimpun pada periode pukul 12.00 hingga 18.00 WITA menunjukkan adanya rangkaian aktivitas seismik yang intens, termasuk tiga kali gempa letusan dan tujuh kali tremor non-harmonik. Tercatat bahwa sepanjang satu pekan terakhir, gunung ini telah mengalami erupsi sebanyak delapan kali.
Sebagai informasi tambahan, hingga Juli 2026, total erupsi gunung api di seluruh Indonesia telah mencapai 3.159 kejadian. Gunung Lewotobi Laki-laki sendiri tercatat telah mengalami erupsi sebanyak 394 kali sejak awal tahun, menempatkannya sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia setelah Gunung Semeru.