Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Senin, 6 Juli 2026. Berdasarkan laporan pemantauan terkini, gunung api paling aktif di Indonesia tersebut terpantau meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai dua kilometer.
Fenomena vulkanik ini mengarah ke sektor barat daya, yakni ke hulu Kali Krasak dan Kali Boyong. Pihak otoritas pemantau gunung api menyatakan bahwa aktivitas ini masih berada dalam koridor zona bahaya yang telah ditetapkan sebelumnya, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada.
Status Gunung Merapi saat ini masih berada pada level Siaga (Level III). Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terus melakukan pengamatan intensif terhadap potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas yang sewaktu-waktu dapat terjadi akibat ketidakstabilan kubah lava di puncak gunung.
Sebagai langkah antisipasi, warga yang beraktivitas di kawasan rawan bencana diminta untuk tidak mendekati radius yang telah ditentukan oleh otoritas berwenang. Pemerintah daerah pun telah bersiaga untuk melakukan koordinasi guna memastikan keamanan masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Merapi tetap terjaga.