Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Kamis (9/7/2026). Erupsi tercatat terjadi pada pukul 01.08 WIB, dengan menyemburkan kolom abu setinggi kurang lebih 700 meter di atas puncak atau mencapai 4.376 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, kolom abu yang teramati memiliki intensitas tebal dengan sebaran material mengarah ke utara dan barat laut. Rekaman seismograf menunjukkan erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 22 milimeter dengan durasi aktivitas selama 121 detik.

Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Data pemantauan kegempaan pada periode 9 Juli pukul 18.00 hingga 23.59 WIB mencatat adanya 11 kali gempa letusan, dua kali gempa guguran, serta empat kali gempa hembusan, yang mengindikasikan bahwa kondisi gunung masih sangat dinamis.

Otoritas terkait memberikan peringatan keras kepada masyarakat dan pendaki untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga diminta menjaga jarak aman minimal 500 meter dari tepi sungai di sepanjang jalur aliran tersebut guna mengantisipasi potensi luncuran awan panas maupun aliran lahar.

Catatan MAGMA Indonesia menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2026, Gunung Semeru menjadi gunung api paling aktif di Indonesia dengan total 1.355 kali erupsi. Angka ini berkontribusi signifikan terhadap total 3.040 letusan gunung api yang tercatat di seluruh wilayah Indonesia dalam kurun waktu yang sama.