Musim pendakian yang mencapai puncaknya pada pertengahan tahun ini menuntut para petualang untuk lebih cermat dalam merencanakan perjalanan. Pengelola taman nasional di sejumlah wilayah telah mengumumkan penutupan sementara jalur pendakian selama Juli hingga Agustus 2026 guna mendukung rangkaian agenda olahraga, tradisi sakral masyarakat lokal, hingga peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Kawasan Gunung Arjuno-Welirang tercatat menerapkan kebijakan penutupan bertahap. Seluruh jalur pendakian, termasuk Bukit Lincing, akan ditutup pada 3-5 Juli 2026 untuk ajang Mantra Trail Run. Sementara jalur Tambaksari akan ditutup pada 24-25 Juli mendatang. Memasuki bulan Agustus, penutupan total diberlakukan pada 14-17 Agustus untuk perayaan HUT RI, disusul penutupan jalur via Lawang dan Bukit Lincing pada 28-29 Agustus 2026.
Di Jawa Barat, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menutup akses pendakian secara menyeluruh pada 23-29 Juli 2026. Keputusan ini diambil karena jalur pendakian difokuskan sebagai arena kompetisi lari lintas alam internasional, Jakarta Open Trail Run, yang merupakan bagian dari agenda SEATRC.
Gunung Merbabu turut menyesuaikan jadwal akses pendaki. Jalur Thekelan dijadwalkan tutup pada 28 Juli 2026 untuk penghormatan tradisi lokal, sementara jalur via Selo ditutup pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 guna persiapan ajang Merapi Merbabu De Trail (MMDT). Bagi calon pendaki, disarankan untuk memilih jalur alternatif yang tetap beroperasi demi kelancaran rencana perjalanan Anda.
Terakhir, pendakian ke Gunung Semeru akan dihentikan sementara pada 7-18 Agustus 2026. Penutupan ini dikhususkan untuk mendukung pelaksanaan Hari Raya Karo, sebuah tradisi sakral masyarakat Suku Tengger yang dipusatkan di Desa Ranupani. Pengelola mengimbau seluruh pendaki untuk terus memantau kanal informasi resmi masing-masing taman nasional sebelum melakukan perjalanan, mengingat jadwal penutupan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi cuaca maupun kebijakan operasional terbaru.