Gunung Semeru, puncak tertinggi di Pulau Jawa, dilaporkan kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Senin (6/7/2026). Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik hingga ketinggian 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan laporan resmi dari petugas pos pengamat gunung api, Sigit Rian Alfian, melalui laman Magma ESDM, kolom abu yang teramati memiliki intensitas tebal dengan dominasi warna putih hingga kelabu. Sebaran material vulkanik tersebut bergerak ke arah timur laut dan timur. Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi aktivitas selama 134 detik.
Menyikapi kondisi tersebut, pihak berwenang memberikan peringatan tegas kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga dilarang mendekati area dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran tersebut, mengingat adanya ancaman perluasan awan panas serta aliran lahar yang dapat menjangkau jarak hingga 17 kilometer.
Masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan menjauhi area dalam radius 5 kilometer dari kawah utama Gunung Semeru. Larangan ini diberlakukan demi menghindari risiko bahaya lontaran batu pijar yang sewaktu-waktu dapat terjadi akibat ketidakstabilan aktivitas vulkanik gunung tersebut.