Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Kamis (9/7/2026) malam. Berdasarkan laporan pos pengamatan, gunung api strato ini mengalami dua kali erupsi dalam kurun waktu kurang dari satu jam.

Petugas pos pengamatan, Nurjansyah Dwi Laksona, menjelaskan bahwa letusan pertama tercatat pada pukul 19.14 Wita dengan tinggi kolom abu mencapai 800 meter ke arah barat dan barat laut. Erupsi susulan kemudian terjadi pada pukul 19.56 Wita dengan tinggi kolom abu sekitar 400 meter. Pihak otoritas mengimbau warga di sekitar lereng untuk tetap waspada dan menggunakan masker pelindung guna mengantisipasi paparan abu vulkanik.

Kondisi ini menambah beban psikologis bagi penduduk sekitar yang telah hidup dalam bayang-bayang ketidakpastian selama hampir dua tahun terakhir. Meskipun sempat ada harapan ketika status gunung diturunkan ke level waspada, status kini kembali dinaikkan ke level siaga dengan rekomendasi radius bahaya sejauh 5 kilometer.

Bagi warga seperti Paulus dan Melkior, rentetan erupsi ini telah menjadi bagian dari realitas hidup sehari-hari. Mereka mengaku kini lebih banyak bersikap pasrah dan terus memanjatkan doa demi keselamatan keluarga, sembari beradaptasi dengan kondisi alam yang tidak menentu di wilayah tersebut.