Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Jumat, 3 Juli 2026. Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, tercatat dua kali erupsi dalam kurun waktu beberapa jam di pagi hari. Letusan terakhir yang terpantau pada pukul 09.48 WIB menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi 1.300 meter di atas puncak atau mencapai 4.976 meter di atas permukaan laut.
Sebelumnya, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini juga sempat mengalami erupsi pada pukul 08.45 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 800 meter. Data seismograf mencatat amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dengan durasi letusan yang konsisten, menandakan fluktuasi aktivitas magma yang masih tinggi di dalam kawah.
Selain aktivitas letusan, terekam pula sejumlah gempa guguran, gempa hembusan, hingga gempa tektonik jauh dalam periode pengamatan yang sama. Meski kondisi visual gunung terlihat cerah, pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar lereng.
Sebagai langkah antisipasi, PVMBG menetapkan zona larangan aktivitas sejauh 13 kilometer di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan. Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi guna menghindari risiko lontaran material pijar. Selain itu, masyarakat diminta menjauhi tepi sungai yang berhulu di puncak Semeru untuk menghindari potensi bahaya aliran lahar dan awan panas.
Pihak berwenang mengimbau agar masyarakat hanya merujuk pada informasi resmi terkait status Gunung Semeru. Kewaspadaan harus terus dijaga mengingat karakteristik aktivitas vulkanik Semeru yang dinamis dan berpotensi mengalami erupsi susulan sewaktu-waktu.