Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli secara resmi menyelenggarakan pelatihan intensif bertajuk digitalisasi pembelajaran bagi tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Program yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari 29 Juni hingga 1 Juli 2026, ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru dalam memanfaatkan instrumen teknologi guna menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan interaktif.
Dalam sesi pelatihan yang dipusatkan di Aula Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli tersebut, para peserta diberikan pemahaman praktis mengenai pemanfaatan media digital dalam proses belajar mengajar. Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dari puluhan guru yang hadir, mengingat pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman demi meningkatkan kualitas pendidikan sejak dini.
Rido Favorit Saronitehe Waruwu, narasumber dalam kegiatan tersebut, menekankan bahwa keterbatasan perangkat bukanlah hambatan untuk berinovasi. Ia mendorong para guru untuk memaksimalkan potensi gawai sederhana yang dimiliki sebagai media edukasi kreatif, tanpa harus bergantung pada infrastruktur yang mahal.
Lebih lanjut, Rido menegaskan posisi strategis guru di tengah gempuran arus teknologi. Menurutnya, secanggih apa pun perangkat digital yang tersedia, peran sentral pendidik dalam membentuk karakter, menanamkan nilai moral, dan membangun ikatan emosional dengan anak didik tidak akan pernah tergantikan oleh mesin.
"Teknologi hanyalah alat bantu, sedangkan guru adalah penggerak utama dalam ekosistem pendidikan. Kami mengajak para guru untuk menjadikan teknologi sebagai sahabat dalam merancang pembelajaran yang efektif tanpa kehilangan sentuhan humanis dalam mendidik," tegas Rido.