Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Batu Bara, Suprayitno, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Forum Komunikasi Antar Etnis (FKAE) untuk membangun kawasan terpadu seni, budaya, olahraga, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Air Putih. Rencana strategis ini diharapkan mampu menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut.
Politisi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai bahwa konsep kawasan terpadu tersebut merupakan langkah visioner. Keberadaan pusat kegiatan ini dinilai sangat krusial dalam menyelaraskan pembangunan infrastruktur modern, seperti Pelabuhan Kuala Tanjung, dengan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal serta pemberdayaan masyarakat.
Menurut Suprayitno, wilayah Batu Bara membutuhkan wadah representatif untuk menyambut para wisatawan dan pelaku bisnis yang melintasi kawasan industri setempat. Adanya fasilitas terpadu ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan adat istiadat, kerajinan tangan, kuliner khas, dan seni pertunjukan lintas etnis kepada publik yang lebih luas.
Selain menyetujui usulan infrastruktur, legislatif juga mengapresiasi konsistensi FKAE dalam merawat keberagaman di Batu Bara. Forum tersebut dinilai sukses menyelenggarakan agenda tahunan Pekan Seni dan Budaya (PSPB), yang menjadi bukti nyata bahwa harmoni sosial di daerah ini memiliki nilai jual tinggi bagi sektor pariwisata daerah.
Rencana pembangunan kawasan terpadu ini diusulkan menempati lahan seluas 10 hektare di dekat pintu Tol Indrapura, perbatasan antara Kecamatan Air Putih dan Sei Suka. Lahan tersebut kini berstatus Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Muis, dan diharapkan dapat dihibahkan kepada pemerintah daerah agar proyek prestisius yang mengintegrasikan aspek budaya dan ekonomi ini dapat segera terealisasi.