Kota Batam secara resmi mencatatkan sejarah baru dengan menjadi tuan rumah bagi dua kejuaraan basket internasional bergengsi, yakni FIBA 3x3 Women’s Series dan FIBA 3x3 Challenger Putra. Turnamen berskala dunia yang berlangsung di Alun-alun Engku Putri mulai 23 hingga 26 Juli 2026 ini dimanfaatkan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP PERBASI) sebagai fondasi penting untuk meloloskan tim nasional ke ajang Olimpiade sekaligus memperkuat branding daerah.

Sekretaris Jenderal DPP PERBASI, Nirmala Dewi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan infrastruktur arena yang disiapkan oleh panitia lokal. Kendati masa persiapan terbilang singkat—kurang dari tiga bulan sejak penunjukan resmi—fasilitas pertandingan dinilai memenuhi standar ketat FIBA, setara dengan arena internasional di negara-negara maju.

Nirmala memaparkan bahwa pemilihan Batam sebagai lokasi penyelenggaraan sangat beralasan, terutama dari segi kemudahan aksesibilitas bagi delegasi mancanegara. Kedekatan geografis dengan Singapura mempermudah jalur transportasi para atlet luar negeri, yang dapat menempuh perjalanan udara menuju bandara transit di Singapura lalu melanjutkan perjalanan menggunakan feri selama kurang dari satu jam.

Bagi federasi nasional, turnamen ini menjadi instrumen vital dalam pengumpulan poin peringkat dunia FIBA demi memuluskan jalan menuju Olimpiade. Selain untuk mendulang poin, persaingan sengit dengan tim-tim tangguh dunia seperti Mongolia dan Thailand juga dimanfaatkan sebagai panggung uji coba krusial menjelang keikutsertaan Indonesia di ASEAN Games pada September mendatang.

Ketua Panitia Pelaksana (LOC), Suhadi, menyatakan optimismenya atas kelancaran turnamen ini dan mengajak masyarakat Kepulauan Riau untuk hadir memberikan dukungan langsung. Ia menekankan bahwa antusiasme penonton tidak hanya menjadi suntikan moral bagi para pebasket tanah air, tetapi juga menjadi bukti nyata kesiapan Batam sebagai kota penyelenggara ajang olahraga internasional kelas dunia.

Di sisi lain, ajang ini diharapkan mampu menggeser citra Batam yang selama ini melekat sebagai kawasan industri semata menuju destinasi wisata olahraga (sport tourism) potensial. Guna memfasilitasi penonton yang tidak mendapatkan tiket tribun karena adanya pembatasan kapasitas dari FIBA, panitia juga menyediakan area khusus berupa stan bazar yang dilengkapi dengan layar tayangan langsung (live streaming) di luar arena utama.