Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, kembali menunjukkan aktivitas vulkanis yang signifikan pada Jumat (3/7/2026) pagi. Letusan yang tercatat pada pukul 07.29 WIB ini menghasilkan kolom abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang yang membubung setinggi 1.100 meter di atas puncak, atau mencapai 4.776 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan data dari Badan Geologi, kolom abu tersebut teramati bergerak ke arah selatan. Petugas pengamatan gunung api, Liswanto, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini status aktivitas vulkanik Semeru masih bersifat dinamis dan erupsi masih berlangsung, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perkembangan kondisi di lapangan.
Menanggapi situasi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan zona larangan aktivitas yang ketat. Masyarakat dilarang keras melakukan kegiatan apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Larangan ini bertujuan untuk meminimalisir risiko dampak awan panas yang dapat meluas hingga 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, PVMBG menekankan agar warga tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang jalur aliran lahar. Larangan juga diberlakukan dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak gunung guna menghindari bahaya lontaran batu pijar serta guguran lava yang sewaktu-waktu dapat terjadi.