Upaya penanggulangan masalah sampah plastik kini memasuki babak baru di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pilah Berkah, inovasi teknologi pirolisis diterapkan sebagai solusi konkret untuk mengubah limbah plastik yang selama ini mencemari lingkungan menjadi bahan bakar minyak (BBM) bernilai guna.
Proyek strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bantul, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Pertamina Foundation. Dengan mengandalkan teknologi pirolisis, mesin tersebut mampu memproses sekitar 50 kilogram sampah plastik setiap hari melalui proses pemanasan tanpa oksigen, yang kemudian dikonversi menjadi energi alternatif.
Hasil dari pengolahan tersebut cukup menjanjikan, di mana mesin pirolisis mampu menghasilkan sekitar 48 liter BBM jenis solar atau yang kerap disebut Petasol. Sebelum didistribusikan atau digunakan, cairan hasil produksi tersebut disaring terlebih dahulu guna memastikan kualitas dan standar operasional yang tepat bagi mesin-mesin yang akan menggunakannya.
Implementasi teknologi ini diharapkan mampu memberikan dampak ganda: mengurangi beban sampah plastik yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus menyediakan sumber energi alternatif bagi kebutuhan masyarakat lokal. Langkah ini menjadi model pengelolaan limbah sirkular yang diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah lainnya di Indonesia.