Pemerintah Kota Surakarta melakukan terobosan baru dalam pelayanan masyarakat dengan mengintegrasikan layanan kesehatan mental ke dalam program Posyandu. Langkah inovatif ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, yang menilai program tersebut sangat krusial dalam menjaga kesejahteraan jiwa warga di tingkat akar rumput.

Salah satu percontohan sukses terlihat di Posyandu Standar Pelayanan Minimal (SPM) RW 06, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Surakarta. Melalui program unik bertajuk "Ojo Lali Mesem, Ojo Lali Sambat" (Jangan Lupa Tersenyum, Jangan Lupa Mengeluh), posyandu ini menghadirkan layanan konseling psikologi secara langsung. Apabila warga terindikasi membutuhkan penanganan medis tingkat lanjut, petugas akan segera merujuk mereka ke puskesmas atau rumah sakit jiwa terdekat.

Untuk memudahkan aksesibilitas, layanan ini juga telah mengadopsi teknologi digital. Masyarakat cukup memindai kode batang (barcode) yang terpampang di area posyandu untuk mengetahui jadwal pelayanan serta memilih psikolog yang bersedia melayani konsultasi baik secara tatap muka maupun daring.

Selain kesehatan mental, platform web Posyandu RW 06 juga mengintegrasikan data kelompok rentan seperti ibu hamil dan lanjut usia (lansia). Sistem ini dirancang untuk menampung aduan warga yang kemudian dikoordinasikan langsung dengan dinas terkait. Nawal berharap inovasi berbasis digital dan sosial ini dapat direplikasi oleh posyandu-posyandu lain di Jawa Tengah agar pelayanan publik menjadi lebih inklusif dan responsif.