Program Studi Manajemen Universitas MH Thamrin (UMHT) menerapkan metode ujian akhir semester (UAS) yang inovatif melalui gelaran Innovation Festival (INOVEST) 2026. Alih-alih berkutat dengan lembar soal tertulis, para mahasiswa ditantang untuk memaparkan gagasan bisnis serta solusi nyata mereka langsung di hadapan panel ahli yang terdiri dari akademisi, pejabat pemerintah, pelaku industri, hingga perwakilan media.
Mengusung tema "Menguji Ide dan Nyali Generasi Gen Z", ajang ini menerapkan metode asesmen autentik (authentic assessment). Pendekatan evaluasi ini memfokuskan penilaian pada kapasitas mahasiswa dalam memecahkan problematika riil di masyarakat melalui kolaborasi dan inovasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dosen pengampu mata kuliah terkait di UMHT, Alip Purnomo, menjelaskan bahwa persaingan di dunia kerja modern menuntut lulusan yang berpikir kritis dan solutif. Melalui INOVEST, mahasiswa tidak sekadar diuji secara teoretis, melainkan juga dilatih dalam aspek mentalitas, kepemimpinan, kemampuan analisis, serta teknik presentasi dalam meyakinkan para pemangku kepentingan.
Dalam prosesnya, mahasiswa mata kuliah Manajemen Koperasi terlebih dahulu melakukan observasi lapangan ke berbagai koperasi lokal untuk merumuskan rekomendasi perbaikan berbasis data riil. Sementara itu, mahasiswa kelas Kewirausahaan, Start Up, dan Inovasi menyusun rencana bisnis komprehensif menggunakan kerangka Business Model Canvas (BMC), mencakup analisis pasar hingga proyeksi kelayakan usaha.
Sebanyak sepuluh kelompok mahasiswa terpilih mempresentasikan konsep bisnis mereka di hadapan panelis pentahelix. Salah satu panelis, Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI, Prof. M. Mufti Mubarok, memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas para mahasiswa yang dinilainya sangat potensial untuk dikembangkan ke skala industri.
Prof. Mufti menekankan pentingnya membangun ekosistem pendukung yang menjembatani gagasan akademis mahasiswa dengan akses permodalan dan sektor riil, sebagaimana yang telah sukses diterapkan di negara-negara maju seperti Tiongkok. Pola kemitraan yang diinisiasi oleh UMHT bersama Pentahelix Center diharapkan mampu menumbuhkan budaya kewirausahaan sejak dini dan melahirkan lulusan yang siap menjadi motor inovasi nasional.