Ajang penghargaan Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 hadir dengan wajah baru yang lebih komprehensif. Berbeda dengan pendahulunya, yaitu Jogja Business and Business Index (JBBI) yang berfokus pada pertumbuhan laba, JBBA 2026 kini mengintegrasikan aspek dampak sosial dan pelestarian lingkungan sebagai indikator utama kesuksesan sebuah organisasi.
Anggota Tim Riset JBBA 2026, Nugroho Nurcahyo, menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang sehat harus mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang. Dalam ajang yang mengusung tema "Smartly Cultured, Sustainably Driven" ini, efisiensi pengelolaan sumber daya dan tanggung jawab sosial menjadi syarat mutlak bagi organisasi yang ingin mendapatkan apresiasi.
Penilaian tahun ini dibagi ke dalam tiga pilar strategis, yakni ekonomi berkelanjutan, pendidikan, dan budaya. Ketiga sektor tersebut dinilai saling beririsan; pendidikan berperan dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia, budaya menjaga identitas lokal, sementara ekonomi berkelanjutan memastikan pertumbuhan berjalan secara konsisten dan etis.
Perhelatan puncak JBBA 2026 dijadwalkan akan digelar pada 15 Juli 2026 mendatang di Kasultanan Ballroom Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Pihak penyelenggara berharap penghargaan ini tidak sekadar menjadi simbol prestasi, melainkan mampu memicu semangat bagi pelaku usaha dan lembaga publik untuk mengadopsi strategi pertumbuhan yang lebih bertanggung jawab terhadap masyarakat serta lingkungan.