PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mencatatkan progres signifikan dalam agenda transformasi korporasi dengan menyelesaikan penyederhanaan terhadap 10 entitas anak usaha sepanjang semester pertama tahun 2026. Langkah strategis ini merupakan wujud nyata dukungan perseroan terhadap agenda perampingan bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dicanangkan oleh Danantara Asset Management serta Badan Pengaturan BUMN.
Restrukturisasi ini menjadi bagian inti dari inisiatif 'TLKM 30' yang menitikberatkan pada penataan portofolio melalui optimalisasi lini bisnis, eliminasi tumpang tindih operasional, serta divestasi unit-unit usaha yang tidak lagi menjadi fokus utama (non-core). Melalui upaya ini, Telkom berharap dapat meningkatkan efisiensi belanja modal dan mengalihkan sumber daya secara lebih maksimal pada pengembangan sektor telekomunikasi serta ekosistem digital nasional.
Dalam model bisnis baru yang diterapkan, Telkom bertransformasi dari *Operating Holding* menjadi *Strategic Holding* dengan struktur *HoldCo-OpCo*. Sebagai *HoldCo*, Telkom akan fokus pada pengelolaan portofolio, penguatan tata kelola, dan penciptaan sinergi antar segmen. Sementara itu, kegiatan operasional akan dijalankan secara spesifik oleh *Operating Company* (OpCo) yang terbagi dalam segmen B2C, infrastruktur B2B, ICT B2B, serta bisnis internasional.
Direktur *Strategic Business Development & Portfolio* Telkom, Seno Soemadji, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk membangun organisasi yang lebih gesit (*agile*) dalam merespons dinamika industri digital. "Kami berani menata kembali organisasi agar fokus pada kekuatan utama. Struktur yang ramping memberikan fondasi kuat untuk menciptakan pertumbuhan bisnis yang lebih berkualitas dan berkelanjutan," ujar Seno.
Hingga akhir Juni 2026, realisasi perampingan dilakukan melalui tiga skema korporasi, yakni divestasi dua entitas melalui kesepakatan jual-beli (*Sale and Purchase Agreement*), penggabungan vertikal (*merger*) terhadap dua entitas untuk memperkuat kapabilitas, serta likuidasi enam entitas lainnya. Seluruh proses dipastikan berjalan secara transparan dengan mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (*Good Corporate Governance*) dan berkoordinasi erat dengan pemangku kepentingan terkait.
Selain penataan struktural, Telkom berkomitmen menjalankan transisi sumber daya manusia dengan cara yang bertanggung jawab. Perusahaan menyediakan skema *Early Retirement Program* (ERP) bagi karyawan terdampak di tingkat OpCo, yang dilakukan sepenuhnya secara sukarela dan berdasarkan kesepakatan bersama, demi memastikan iklim kerja yang adaptif serta produktif di masa depan.