Di tengah kecamuk perang yang belum mereda, Utusan Khusus Vatikan, Uskup Agung Paul Richard Gallagher, melakukan kunjungan pastoral dan diplomatik ke Ukraina. Dalam kunjungannya, Sekretaris Hubungan Luar Negeri Takhta Suci ini memimpin ibadah doa bersama lebih dari 3.000 umat di Tempat Ziarah Bunda Maria dari Gunung Karmel, Berdychiv, guna memohon keadilan dan perdamaian bagi negara tersebut.

Kehadiran Uskup Agung Gallagher ini bertepatan dengan momen peringatan 35 tahun pemulihan struktur Gereja Katolik Ritus Latin di Ukraina. Misa di ruang terbuka ini menjadi yang pertama kalinya digelar sejak invasi pecah, mengumpulkan ribuan keluarga, lansia, serta kelompok rentan yang rindu akan ketenangan di bawah naungan spiritual.

Kunjungan ini berlangsung di bawah bayang-bayang ketegangan militer yang intens. Hanya beberapa jam sebelum perayaan dimulai, ibu kota Kyiv dihantam gelombang serangan udara hebat berupa puluhan rudal balistik dan ratusan pesawat nirawak. Ledakan dahsyat bahkan sempat mengguncang gedung Nunsiatur Apostolik tempat Uskup Agung Gallagher menginap, memaksa staf diplomatik mengungsi ke ruang perlindungan bawah tanah.

Dalam khotbahnya yang menyentuh hati, Gallagher menyampaikan pesan solidaritas dari Bapa Suci dan mengingatkan umat agar tidak kehilangan harapan kepada Tuhan. Merujuk pada kisah Nabi Elia di Gunung Karmel yang pantang menyerah berdoa meminta hujan, ia mendorong warga Ukraina untuk terus tekun memohon kedamaian sebagai karunia tertinggi dari Yang Mahakuasa.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kekerasan perang tidak akan pernah mampu merampas martabat kemanusiaan mereka. Upacara keagamaan ini juga dihadiri oleh para pemimpin gereja lintas ritus, termasuk Kepala Gereja Katolik Yunani Ukraina, Yang Mulia Sviatoslav Shevchuk, yang menunjukkan solidaritas mendalam di tengah ancaman krisis kemanusiaan.

Selain menjalankan misi keagamaan, perwakilan Vatikan ini juga dijadwalkan melakukan serangkaian agenda diplomatik penting. Ia dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Presiden Volodymyr Zelensky dan Menteri Luar Negeri Ukraina, guna membahas langkah-langkah konkret menuju resolusi konflik yang damai.