Ambon – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Maluku menyelenggarakan Latihan Kader III (LK-III) Tingkat Nasional yang dihadiri oleh 34 kader terpilih dari berbagai cabang di Indonesia, seperti Ambon, Samarinda, dan Ternate. Agenda kaderisasi tingkat lanjut yang berlangsung di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku ini menjadi wadah strategis dalam mencetak kepemimpinan nasional masa depan.
Hadir sebagai narasumber utama, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI sekaligus Presidium Majelis Nasional KAHMI, Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, membawakan materi bertajuk "Ekonomi Politik Indonesia: Pendekatan Teoritis Terhadap Arah Kebijakan dan Tantangan Menuju Visi Indonesia Emas 2045". Dalam sesinya, Doli menguraikan peta jalan pembangunan menuju satu abad kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045.
Menurut Doli, pencapaian Visi Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada pembangunan manusia yang unggul, ekonomi yang berkelanjutan, serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Ia menekankan bahwa proyek strategis seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan bukti nyata komitmen negara untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antara Pulau Jawa dan luar Jawa, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Dalam diskusi yang berlangsung interaktif tersebut, Doli juga menyoroti pentingnya Pancasila sebagai pijakan utama dalam membangun peradaban bangsa. Ia menilai nilai-nilai luhur Pancasila sangat selaras dengan prinsip-prinsip Islam, yang sekaligus menjadi landasan bagi perjuangan organisasi HMI dalam mengawal kualitas demokrasi dan keadilan sosial di tanah air.
Kehadiran legislator pusat ini disambut hangat oleh tokoh daerah setempat. Presidium Majelis Wilayah KAHMI Maluku, Abd Azis Hentihu, menyampaikan apresiasinya dan berharap kunjungan ini dapat memberikan dampak positif bagi Maluku, terutama terkait pengawalan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan yang tengah bergulir di DPR RI.
Senada dengan Azis, Presidium MW KAHMI Maluku lainnya, Dr. Ruslan HS Tawari, menaruh harapan agar Doli dapat memperjuangkan aspirasi pembangunan daerah di tingkat pusat, khususnya di bidang pendidikan dan penyelesaian masalah fiskal daerah. Ruslan menambahkan bahwa keteladanan kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Doli dapat menjadi motivasi berharga bagi para kader HMI yang mengikuti pelatihan tersebut.