Pasar sepeda motor di Vietnam menunjukkan ketahanan yang mengejutkan di tengah dinamika kebijakan transportasi yang semakin ketat. Data terbaru dari Asosiasi Produsen Sepeda Motor Vietnam (VAMM) mencatat bahwa lima perusahaan anggotanya berhasil membukukan penjualan sebanyak 638.431 unit pada kuartal kedua tahun 2026. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 4,4% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan positif ini terjadi di saat kota-kota besar seperti Hanoi dan Kota Ho Chi Minh mulai menggalakkan kebijakan pembatasan kendaraan bermesin pembakaran internal. Meski demikian, sepeda motor tetap menjadi moda transportasi pilihan utama masyarakat Vietnam karena efisiensi biaya serta fleksibilitas yang ditawarkan dalam mendukung aktivitas sehari-hari, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.
Strategi para produsen kini bergeser ke arah diversifikasi teknologi. Alih-alih hanya mengandalkan mesin konvensional, para pemain besar seperti Honda, Yamaha, Piaggio, SYM, dan Suzuki mulai agresif memperluas portofolio mereka dengan model kendaraan listrik serta mesin yang lebih hemat bahan bakar. Pendekatan ini merupakan respons langsung terhadap pergeseran tren pasar dan tuntutan regulasi emisi yang semakin ketat.
Penting untuk dicatat bahwa data VAMM ini bersifat parsial dan belum mencakup total volume pasar secara keseluruhan. Angka tersebut tidak menyertakan penjualan dari produsen kendaraan listrik independen seperti VinFast dan Yadea, yang saat ini memegang peranan signifikan dalam ekosistem otomotif nasional. Hal ini mengindikasikan bahwa volume pasar sebenarnya di Vietnam kemungkinan jauh lebih besar daripada angka yang dilaporkan.
Ke depan, persaingan di industri sepeda motor Vietnam diprediksi akan semakin tajam berbasis pada keunggulan teknologi. Dengan keterlibatan merek-merek mapan dalam pengembangan kendaraan listrik, pasar Vietnam kini memasuki era baru di mana inovasi ramah lingkungan menjadi kunci utama bagi keberlanjutan bisnis para produsen di masa depan.