Pengukuhan Prof. Dr. H. M. Najib Husain, S.Sos., M.Si. sebagai Guru Besar Bidang Komunikasi Pembangunan membawa angin segar bagi dunia akademis dan praktisi kebijakan daerah. Ia berkomitmen menghadirkan model komunikasi pembangunan baru yang menyelaraskan nilai-nilai kearifan lokal dengan pemanfaatan teknologi informasi berbasis data akurat untuk mengatasi berbagai problematika daerah secara tuntas.

Bagi Prof. Najib, jabatan akademik tertinggi ini bukanlah sekadar pencapaian pribadi atas publikasi ilmiah yang telah diraih. Ia memandangnya sebagai amanah besar untuk meningkatkan kualitas atmosfer akademik di kampus serta mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing tinggi.

Sebagai pelopor di bidang keilmuannya, ia menawarkan pergeseran dari metode komunikasi pembangunan konvensional menuju pendekatan yang lebih integratif. Menurutnya, perpaduan antara kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat dengan kecanggihan teknologi data akan menghasilkan solusi pembangunan yang lebih presisi dan tepat sasaran.

Implementasi nyata dari gagasan ini difokuskan pada sektor lingkungan hidup. Prof. Najib meyakini bahwa keterlibatan aktif masyarakat melalui pola komunikasi yang tepat adalah kunci utama dalam menjaga kelestarian sumber daya alam. Metode ini terbukti sukses diterapkan di Kabupaten Buton, di mana kawasan hutan tetap terjaga kelestariannya berkat formula khusus yang ia sebut sebagai "dua mesin komunikasi".