Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang secara resmi menegaskan bahwa destinasi wisata pesisir di kawasan Anyer dan Cinangka tetap aman untuk dikunjungi selama periode libur sekolah. Jaminan keamanan ini diberikan menyusul status Gunung Anak Krakatau (GAK) yang saat ini berada di level Siaga atau Level III.
Kepastian tersebut didasarkan pada data teknis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menetapkan radius bahaya sejauh tiga kilometer dari pusat erupsi. Mengingat jarak kawasan wisata Anyer dan Cinangka mencapai sekitar 42 kilometer dari kawah gunung, otoritas memastikan material vulkanik tidak akan menjangkau area destinasi wisata tersebut.
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh berbagai informasi yang menyesatkan di media sosial. Pihaknya menegaskan bahwa rekaman video yang menarasikan erupsi besar di Gunung Anak Krakatau baru-baru ini adalah informasi palsu atau hoaks. Hasil peninjauan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, membuktikan bahwa aktivitas gunung dalam kondisi yang terkendali.
Senada dengan pihak pemerintah, petugas Pos Pengamatan GAK, Deny Mardiono, menyatakan bahwa meski tremor masih terdeteksi, pemantauan intensif terus dilakukan untuk memastikan keselamatan publik. Jarak yang sangat jauh antara titik erupsi dan pemukiman serta kawasan wisata menjadi faktor utama yang menjamin keamanan wilayah pesisir Serang.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berkoordinasi secara proaktif dengan PVMBG guna menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat maupun pelaku industri pariwisata. Wisatawan diimbau untuk selalu merujuk pada kanal informasi resmi guna menghindari kepanikan akibat pemberitaan yang tidak bertanggung jawab.