Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya dalam menjamin akses pelayanan medis menyeluruh bagi seluruh warga, termasuk masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Melalui skema Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), warga tetap bisa memperoleh layanan kesehatan gratis cukup dengan membawa Kartu Keluarga (KK).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Papua Tengah, dr. Agus, menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan alokasi kuota Jamkesda untuk memberikan perlindungan medis bagi 50.000 jiwa. Skema ini diprioritaskan bagi penduduk yang belum terkaver sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten.
Selain menopang pelayanan primer, Pemprov Papua Tengah juga menyiapkan dukungan dana untuk membiayai sejumlah layanan kesehatan komplementer yang berada di luar cakupan BPJS Kesehatan. Langkah ini berpedoman pada program prioritas Gubernur Papua Tengah bertajuk "Ko Harus Sehat", yang berfokus pada pendekatan promotif dan preventif melalui deteksi dini penyakit, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta imunisasi.
Sebagai wujud implementasi program tersebut di lapangan, Dinkes Papua Tengah bekerja sama dengan Pemkab Nabire menggelar bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis di kawasan Bandara Lama Nabire pada 21–22 Juli 2026. Aksi pelayanan kesehatan massal dalam rangka memeriahkan HUT ke-4 Provinsi Papua Tengah ini melibatkan tim medis gabungan dari empat puskesmas, yaitu Puskesmas Kalibobo, Kota Lama, Karang Mulia, dan Karang Tumaritis.
Sekretaris Dinkes P2KB Papua Tengah, Obeth Tekege, mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan medis hingga kondisi fisik memburuk. Pada kesempatan tersebut, warga dapat memanfaatkan cek kesehatan gratis mulai dari gula darah, kolesterol, asam urat, hingga penanganan malaria. Pihak penyelenggara juga menyiagakan armada ambulans untuk mengantisipasi respons darurat dan prosedur rujukan cepat ke fasilitas kesehatan lanjutan.