Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) secara resmi membuka rangkaian perlombaan olahraga tradisional di Alun-alun Bumi Mutiara, Luwuk, pada Senin (13/7/2026). Inisiatif ini diselenggarakan sebagai bagian dari semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Banggai serta menyambut momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Acara pembukaan tersebut dihadiri langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Banggai, Mujiono Lasitata, bersama dengan jajaran pimpinan perangkat daerah dan unsur Forkopimda. Dalam arahannya, Mujiono menekankan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang adu tangkas, melainkan manifestasi nyata pemerintah daerah dalam merawat warisan budaya sekaligus memperkokoh jalinan silaturahmi di antara aparatur sipil negara.
Lebih lanjut, Mujiono menyoroti pentingnya menjaga relevansi olahraga tradisional di tengah arus modernisasi. Menurutnya, permainan rakyat yang diperlombakan mengandung nilai-nilai moral fundamental, seperti sportivitas, kejujuran, kerja sama tim, dan rasa saling menghargai antarindividu yang sangat relevan untuk diterapkan dalam lingkungan kerja pemerintahan.
Kompetisi yang berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (15/7/2026) ini diikuti oleh perwakilan ASN dari seluruh instansi di lingkungan Pemkab Banggai. Terdapat lima cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan, yakni soput (sumpit), patengka (enggrang), lari karung, kalario (hadang), serta tarik tambang.
Pihak pemerintah berharap kegiatan ini menjadi pemantik semangat agar olahraga tradisional terus dilestarikan dan diaktualisasikan oleh generasi penerus. Dispora Banggai berkomitmen untuk terus menggali berbagai potensi permainan tradisional lainnya di masa mendatang guna memastikan kekayaan budaya lokal tetap lestari dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.