Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar Raya secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) Nitro Makassar untuk menyelenggarakan program beasiswa pendidikan tinggi. Inisiatif kolaboratif ini ditujukan khusus bagi anak-anak pedagang tradisional yang berada di bawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus apresiasi atas loyalitas para pedagang. Kehadiran program beasiswa ini diharapkan mampu memangkas kendala finansial yang kerap menjadi penghalang bagi keluarga pedagang kecil untuk menyekolahkan anak-anak mereka hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Pada tahap awal penerapannya, program jalur kerja sama ini akan menyasar tujuh pasar tradisional utama di Kota Makassar, antara lain Pasar Sentral, Pasar Butung, Pasar Pa’baeng-baeng, Pasar Terong, Pasar Daya, Pasar Toddopoli, dan Pasar Pannampu. Sebanyak 35 kuota disiapkan untuk fase perdana, dengan alokasi masing-masing lima anak pedagang terpilih dari setiap pasar tersebut.
Senada dengan hal itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis IBK Nitro Makassar, Dr. Sujatmiko, memaparkan bahwa program ini dirancang guna mempermudah akses pendidikan bisnis bagi keluarga pelaku usaha mikro. Penerima beasiswa akan dibebaskan sepenuhnya dari biaya pendaftaran sebesar Rp300 ribu dan uang pangkal senilai Rp6 juta. Mereka hanya dikenakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bersubsidi sebesar Rp350 ribu per bulan, sementara selisih biayanya ditanggung oleh pihak mitra.
Mahasiswa penerima manfaat dibebaskan memilih berbagai program studi yang relevan dengan kebutuhan ekonomi digital masa kini. Pilihan tersebut meliputi Diploma III (D3) Keuangan dan Perbankan, serta program Sarjana (S1) untuk bidang Kewirausahaan, Bisnis Digital, dan Manajemen dengan beragam konsentrasi spesifik seperti manajemen keuangan, pasar modal, hingga perbankan syariah.