PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) secara resmi memulai babak baru sebagai perusahaan terbuka setelah melangsungkan pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/7/2026). Langkah strategis ini menjadi tonggak penting bagi perseroan untuk memperkuat fondasi bisnis dan meningkatkan daya saing di industri alat kesehatan nasional.
Direktur Utama EMMI, Florian Chris Widjaja, mengungkapkan bahwa dana hasil penawaran umum ini akan dialokasikan secara optimal untuk menopang ekspansi usaha serta memperkuat modal kerja perusahaan. Dengan status sebagai perusahaan publik, EMMI berkomitmen penuh untuk mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), transparansi informasi, serta akuntabilitas tinggi demi menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.
Dalam aksi korporasi tersebut, EMMI berhasil menghimpun dana sebesar Rp245,74 miliar dengan melepas 522.857.000 saham kepada publik. Harga penawaran perdana ditetapkan pada angka Rp470 per lembar saham, yang memberikan kapitalisasi pasar senilai Rp819,14 miliar. Antusiasme investor terlihat jelas pada hari pertama perdagangan, di mana harga saham EMMI mengalami kenaikan signifikan sebesar 15,96 persen menjadi Rp545 per saham.
Sejak berdiri pada tahun 2000, perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan alat laboratorium, farmasi, dan kedokteran ini telah menapaki perjalanan panjang dalam memenuhi kebutuhan sektor kesehatan. Florian menegaskan bahwa IPO bukan sekadar tujuan akhir, melainkan katalisator bagi perusahaan untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan serta memberikan kontribusi yang lebih besar dalam membangun ekosistem alat kesehatan yang mandiri di Indonesia.