Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungpinang memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan keterbukaan informasi publik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib (RAT) Kepulauan Riau. Langkah ini dinilai krusial guna mengoptimalkan penyampaian program pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara menyeluruh.
Ketua PWI Tanjungpinang, Suhardi, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Forum Konsultasi Publik (FKP) 2026 yang diselenggarakan oleh RSUD RAT. Ia menyoroti pentingnya keterbukaan informasi, terutama yang berkaitan dengan hak-hak pasien peserta BPJS Kesehatan. Selama ini, minimnya pemahaman informasi di tingkat publik sering kali memicu respons negatif terhadap kualitas pelayanan rumah sakit.
Menurut Suhardi, seiring dengan rencana pengembangan fasilitas fisik rumah sakit, aspek penyebaran informasi juga harus menjadi program prioritas. Masukan dari insan pers ini diharapkan dapat membantu manajemen rumah sakit menyusun strategi komunikasi publik yang lebih efektif, transparan, dan mudah diakses oleh semua kalangan.
Menanggapi hal itu, Direktur RSUD RAT, dr. Bambang Utoyo, memaparkan rencana strategis pembangunan gedung poliklinik spesialis baru. Proyek yang dijadwalkan mulai dibangun pada September 2026 ini ditargetkan rampung dan beroperasi pada awal tahun 2028. Nantinya, seluruh layanan dokter spesialis akan diintegrasikan di satu gedung demi meningkatkan kenyamanan pasien.
Forum tersebut juga menjadi wadah serap aspirasi bagi legislator dan tokoh masyarakat. Sekretaris Komisi IV DPRD Kepri, Boby Jayanto, mengingatkan pihak manajemen agar terus membenahi pelayanan operasional, khususnya dalam mengatasi masalah penumpukan antrean pasien. Sementara itu, salah satu peserta forum, Nazaruddin, memberikan usulan kultural agar penamaan ruangan di rumah sakit menggunakan nama-nama tokoh pejuang Melayu.