PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) resmi menyelesaikan agenda penyederhanaan portofolio atau streamlining terhadap 10 entitas anak usahanya sepanjang semester I-2026. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari transformasi strategis perusahaan untuk memperkuat posisi sebagai strategic holding yang fokus pada sektor telekomunikasi dan digital.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk menata ulang portofolio bisnis grup agar lebih ramping dan efisien. Penataan tersebut diwujudkan melalui skema divestasi, penggabungan vertikal, hingga likuidasi terhadap entitas yang dinilai kurang memberikan kontribusi strategis bagi pertumbuhan jangka panjang.

Hingga akhir Juni 2026, Telkom tercatat telah melepas dua entitas melalui divestasi, menggabungkan dua entitas lewat skema merger vertikal, serta melikuidasi enam entitas lainnya. Langkah ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi operasional dan memungkinkan perusahaan untuk mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) secara lebih efektif pada lini bisnis utama, yakni layanan B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, serta bisnis internasional.

Transformasi ini juga memantapkan model bisnis HoldCo-OpCo, di mana entitas induk berperan sebagai pengelola portofolio dan sinergi, sementara entitas operasional fokus pada eksekusi pasar. Seno menekankan bahwa organisasi yang lebih lincah dan ramping menjadi fondasi utama bagi Telkom dalam menghadapi dinamika pasar digital global yang semakin kompetitif.

Dalam pelaksanaannya, Telkom berkomitmen menjaga prinsip Good Corporate Governance (GCG) dengan berkoordinasi bersama lembaga terkait, seperti Kejaksaan Agung dan BP BUMN. Selain penataan struktur, perusahaan juga melakukan pengelolaan sumber daya manusia secara bertanggung jawab melalui program pensiun dini sukarela bagi karyawan di tingkat OpCo, guna membangun kultur kerja yang lebih produktif dan adaptif.