Pelatih Timnas Portugal, Roberto Martinez, memberikan pembelaan tegas terhadap penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang menjadi sorotan utama dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Portugal atas Kroasia tersebut diwarnai oleh drama pembatalan empat gol melalui tinjauan video.

Martinez menepis anggapan bahwa timnya hanya beruntung bisa lolos ke babak 16 besar berkat keputusan wasit. Menurutnya, penggunaan cip khusus dalam bola dan teknologi pendukung lainnya telah bekerja secara presisi sehingga setiap keputusan yang diambil, termasuk penganuliran tiga gol Kroasia dan satu gol Cristiano Ronaldo, merupakan langkah yang sudah semestinya dilakukan.

"Saya sangat menghormati Kroasia, namun keputusan hari ini semuanya tepat dan objektif. Tidak ada ruang untuk keberuntungan dalam sepak bola modern yang sudah dibantu oleh teknologi canggih," ujar Martinez seusai pertandingan yang berlangsung di Stadion Toronto, Kanada tersebut.

Puncak ketegangan terjadi pada menit ke-103, saat gol Josko Gvardiol dianulir akibat pelanggaran offside yang sangat tipis. Keputusan tersebut menjadi penentu kemenangan Portugal, sekaligus mengakhiri perjuangan Kroasia yang diwarnai dengan momen emosional antara Cristiano Ronaldo dan Luka Modric di akhir laga.

Dengan hasil ini, Portugal dijadwalkan menghadapi laga sulit melawan Spanyol di babak 16 besar. Sementara bagi Ronaldo, gol penalti dalam laga ini mengukuhkan dirinya sebagai pemain tertua yang sukses mencetak gol di fase gugur Piala Dunia, sebuah rekor yang semakin mempertegas status legendarisnya di panggung internasional.