Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata (Kemenbudpar) Vietnam sukses mereformasi tata kelola institusinya selama enam bulan pertama tahun 2026. Melalui peralihan dari pola manajemen administratif konvensional menuju pendekatan berbasis Indikator Kinerja Utama (KPI), kementerian kini lebih mengutamakan efisiensi dan kualitas luaran yang terukur dalam setiap program kerjanya.
Sektor pariwisata menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Tercatat, hampir 12,3 juta wisatawan mancanegara telah mengunjungi Vietnam pada semester pertama tahun ini, meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini memberikan kontribusi pendapatan sebesar 569 triliun VND, yang mencerminkan keberhasilan strategi promosi dan peningkatan kualitas layanan pariwisata secara nasional.
Provinsi Gia Lai menjadi salah satu bukti keberhasilan sinergi pusat dan daerah dalam menggencarkan potensi wisata. Dengan penyelenggaraan lebih dari 60 acara budaya dan pariwisata, Gia Lai berhasil menarik 8,75 juta pengunjung, dengan lonjakan wisatawan internasional sebesar 80%. Keberhasilan ini semakin diperkuat dengan pengakuan internasional terhadap destinasi seperti Quy Nhon yang dinobatkan sebagai salah satu kota wisata terpopuler di dunia oleh platform wisata global.
Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Lam Thi Phuong Thanh, memberikan apresiasi atas dedikasi seluruh jajarannya. Dalam arahannya, Menteri menekankan pentingnya evaluasi jujur terhadap kendala yang ada guna mempercepat penyaluran investasi publik. Selain itu, kementerian berkomitmen untuk terus mendorong transformasi digital serta membangun ekosistem data yang solid untuk mendukung sektor kebudayaan dan olahraga di masa depan.
Menutup laporan tersebut, pihak kementerian menegaskan peran vital sektor ini dalam membangkitkan semangat patriotisme dan kemandirian bangsa. Dengan visi yang selaras, Kemenbudpar Vietnam bertekad untuk menjadikan sektor kebudayaan, olahraga, dan pariwisata sebagai pilar ekonomi utama yang mampu mendukung stabilitas dan kesejahteraan negara hingga periode 2030.