Ajang B2B Tech Asia Expo 2026 resmi dibuka di Jakarta, menegaskan posisi teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai pilar fundamental dalam ekosistem bisnis modern di Asia Tenggara. Acara yang berlangsung di AXA Tower, Kuningan City ini mempertemukan para pemimpin industri, pengembang perangkat lunak, serta investor global untuk membedah arah transformasi digital regional.

Mengusung tema "The Dawn of Asia's B2B Tech Mega Market", pameran ini menarik perhatian 1.500 pengunjung pada hari pertama. Fokus utama diskusi mencakup akselerasi otomatisasi, penguatan komputasi awan, dan pemanfaatan data untuk mendongkrak produktivitas operasional perusahaan di tengah pasar yang kian kompetitif.

Pendiri sekaligus CEO VRIGroup, Yuiichiro Sasaki, menekankan bahwa kawasan Asia Tenggara telah melampaui tahapan digitalisasi dasar. Menurutnya, integrasi AI saat ini telah menjadi syarat mutlak bagi perusahaan yang ingin melakukan ekspansi dan menjaga skala bisnis yang berkelanjutan. Pandangan serupa diungkapkan oleh CEO DailySocial Group, Rama Mamuaya, yang menilai pameran ini sebagai katalis penting bagi perusahaan dalam mengevaluasi solusi teknologi tepat guna.

Kini, AI telah bertransformasi dari sekadar alat bantu menjadi infrastruktur vital dalam berbagai fungsi organisasi, mulai dari manajemen sumber daya manusia, sistem keuangan, hingga penguatan keamanan siber. Tren ini didorong oleh ketersediaan talenta digital yang melimpah dan meningkatnya urgensi efisiensi operasional di tingkat regional.

Selama dua hari penyelenggaraan, ajang ini tidak hanya menyajikan serangkaian diskusi panel, tetapi juga ruang pameran bagi berbagai inovasi teknologi, termasuk perangkat lunak perusahaan, solusi fintech, hingga teknologi otomasi mutakhir. Hari kedua acara difokuskan pada strategi kolaborasi lintas negara dan penguatan ekosistem teknologi perusahaan di Asia.