Pengguna perangkat router merek Tenda diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul penemuan kerentanan keamanan serius pada sistem firmware mereka. Celah tersembunyi yang dikenal sebagai 'backdoor' ini berpotensi memberikan akses penuh kepada pihak tidak bertanggung jawab untuk mengambil alih kendali administrator perangkat.

Kerentanan tersebut, yang tercatat dalam sistem keamanan global dengan kode CVE-2026-11405, pertama kali diidentifikasi oleh CERT Coordination Center (CERT/CC). Berdasarkan laporan lembaga tersebut, celah ini terletak pada fungsi login() di dalam server web /bin/httpd yang menjadi komponen inti firmware router terdampak.

Secara teknis, sistem autentikasi normal pada perangkat ini seharusnya memverifikasi kredensial pengguna melalui mekanisme MD5. Namun, ditemukan mekanisme cadangan yang memungkinkan sistem mencocokkan kata sandi dengan konfigurasi tersembunyi bernama sys.rzadmin.password jika autentikasi standar mengalami kegagalan.

Apabila peretas berhasil mencocokkan kata sandi tersebut, sistem akan secara otomatis memberikan hak akses administrator tanpa memedulikan nama pengguna yang digunakan. Kondisi ini memungkinkan penyerang untuk masuk ke panel manajemen web dan mengendalikan operasional router secara leluasa.

Hingga saat ini, para pakar keamanan siber menyarankan pengguna untuk memantau pembaruan firmware resmi dari pihak produsen. Langkah preventif ini krusial dilakukan untuk meminimalisasi risiko penyalahgunaan perangkat oleh pihak luar yang memanfaatkan kerentanan tersembunyi tersebut.